Benda alam yang paling dekat dengan
bumi adalah bulan, yang jaraknya dari bumi sekitar 240.000 mil, yang bergerak
mengelilingi bumi dan meyelesaikan setiap edar-nya selama dua puluh sembilan
hari sekali. Demikian pula bumi yang terletak 93.000.000.000 mil dari matahari
berputar pada poros-nya dengan kecepatan seribu mil per jam dan menempuh garis
edarn-ya sepanjang 190.000.000 mil setiap setahun sekali. Di samping bumi
terdapat gugus delapan planet tata surya, termasuk bumi, yang mengelilingi
matahari dengan kecepatan luar biasa.
Matahari tidak
berhenti pada suatu
tempat tertentu, tetapi ia beredar bersama-sama dengan planet-planet dan
asteroid mengelilingi garis edar-nya dengan kecepatan 600.000 mil per
jam. Di samping itu masih ada ribuan sistem selai “sistem tata surya”
kita dan
setiap sistem mempunyai kumpulan atau galaxy sendiri-sendiri.
Galaxy-galaxy
terebut juga beredar pada garis edar-nya. Galaxy dimana terletak sistem
matahari
kita, beredar pada sumbunya dan menyelesaikan edarannya sekali dalam
200.000.000 tahun cahaya.
Logika manusia dengan memperhatikan
sistem yang luar biasa dan organisasi yang teliti, akan berkesimpulan bahwa
mustahil semuanya ini terjadi dengan sendirinya, bahkan akan menyimpulkan bahwa
di balik semuanya itu ada kekuatan maha besar yang membuat dan mengendalikan
sistem yang luar biasa tersebut, kekuatan maha besar tersebut adalah Tuhan.
Metode pembuktian adanya Tuhan
melalui pemahaman dan penghayatan keserasian alam tersebut oleh Ibnu Rusyd
diberi istilah “dalil ikhtira”. Disamping itu Ibnu Rusyd juga menggunakan
metode lain yaitu “dalil ‘inayah”. Dalil ‘inayah adalah metode pembuktian
adanya Tuhan melalui pemahaman dan penghayatan manfaat alam bagi kehidupan
manusia.